Grup Irama Manunggul merupakan grup musik bergaya campursari yang disajikan dalamperibadatan Gereja Stasi Maria Assumpta Bawen, Kabupaten Semarang. Kreativitas senimusik campursari yang ditampilkan oleh grup Irama Manunggal ini memberikan warna karyaseni yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptifdengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancaradengan anggota grup, pengurus gereja, dan jemaat serta dokumentasi penampilan musik dalamibadah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kreativitas musik campursari grup IramaManunggal dalam perspektif filsafat nilai Max Scheler. Teori filsafat nilai Max Schelermemberikan empat tingkatan nilai, yaitu nilai kenikmatan, nilai vitalis, nilai spiritual, dan nilaikesucian. Berdasarkan hirarki nilai tersebut, didapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwagrup Irama Manunggal berhasil memadukan elemen-elemen musik campursari dengan lagu-lagu rohani, menciptakan bentuk liturgi yang inklusif dan berakar pada budaya setempat tanpamengurangi kekhusyukan ibadah. Penyajian musik campursari yang diterapkan oleh grupIrama Manunggal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai saranapenghayatan spiritual yang lebih mendalam bagi jemaat. Selain itu dari hasil observasi danwawancara yang dilakukan oleh peneliti, grup Irama Manunggal ini memiliki keantusiasandari para pemain ataupun para jemaat karena adanya rasa senang bisa menikmati kreativitasgrup Irama Manunggal dalam menyajikan musik campursari dalam peribadatan di gereja.
Copyrights © 2025