Annas Fitria Saadah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Psychoeducation: Utilizing psychological first aid to prevent adolescent suicide Annas Fitria Saadah; Ainurizan Ridho Rahmatulloh; Nanda Yunika Wulandari
Community Empowerment Vol 8 No 10 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10345

Abstract

The incidence of suicide cases among teenagers is on the rise in Indonesia. The purpose of this community service is to offer psychoeducation as a form of psychological first aid to prevent suicide cases among adolescents. The partners for this initiative are students from SMAN 1 Pengasih. Community service activities involve providing psychoeducation and training to prepare them as peer counselors. Initial assessments revealed that participants had an interest in suicide cases but lacked the initial knowledge and skills required to address suicide-related issues. The outcome of this activity is that participants have gained knowledge about recognizing signs of suicidal tendencies, an understanding of what can and cannot be done in cases of suicide, and have acquired first-aid skills to support peers with suicidal tendencies. The knowledge and skills acquired by the students in dealing with the issue of suicide can prove invaluable in preventing suicide cases among adolescents.
ACHIEVEMENT MOTIVATION AND CAREER PLANNING UNTUK SISWA SMK PGRI 1 SENTOLO Wulandari, Nanda Yunika; Rahmatulloh, Ainurizan Ridho; Fitria, Annas
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2252

Abstract

SMK PGRI 1 Sentolo merupakan salah satu sekolah kejuruan yang memiliki tantangan dimana sebagian besar siswa belum memiliki perencanaan karier yang matang. Ketidaktahuan terkait perencanaan karier menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi untuk menunjukan usaha maksimal saat kegiatan belajar berlangsung ataupun ketika menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Berdasarkan permasalahan ini maka tim pengabdi memberikan pelatihan terkait perencanaan karir bagi siswa SMK PGRI 1 Sentolo. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan motivasi, gambaran, dan perencanaan yang matang di dunia kerja nantinya. Selain memberikan pelatihan, pengabdi juga memberi pelayanan pendampingan konsultasi bagi siswa yang ingin membuat perencanaan karir. Adapun pendekatan yang digunakan melalui 3 tahap, yaitu tahap koordinasi dan sosialisasi program, tahap asesmen dan implementasi, tahap evaluasi dan monitoring. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa lebih termotivasi dalam belajar dan semakin siap untuk merencanakan karirnya setelah lulus sekolah. Hal ini terlihat dari antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas maupun dalam melaksanakan PKL atau praktik kerja lapangan. Abstract. SMK PGRI 1 Sentolo is a vocational school that has challenges where most students do not have mature career plans. Ignorance regarding career planning causes students to be less motivated to show maximum effort during learning activities or when undergoing practical field work (PKL). Based on this problem, the service team provides training related to career planning for students of SMK PGRI 1 Sentolo. This service aims to provide motivation, insight and careful planning in the future world of work. Apart from providing training, the service also provides consulting assistance services for students who want to make career plans. The approach used goes through 3 stages, namely the program coordination and socialization stage, the assessment and implementation stage, the evaluation and monitoring stage. The result of this service activity is that students are more motivated in learning and more ready to plan their careers after graduating from school. This can be seen from the enthusiasm of students in participating in learning activities in class and in carrying out PKL or field work practices.
The Kreativitas Musik Campursari Grup Irama Manunggal Dalam Perspektif Filsafat Nilai Max Scheler: THE CREATIVITY OF CAMPURSARI MUSIC BY THE IRAMA MANUNGGAL GROUP FROM THE PERSPECTIVE OF MAX SCHELER’S PHILOSOPHY OF VALUES Annas Fitria Sa’adah
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 1 (2025): Sendikraf Jurnal Pendidikan Seni dan Industri
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i1.198

Abstract

Grup Irama Manunggul merupakan grup musik bergaya campursari yang disajikan dalamperibadatan Gereja Stasi Maria Assumpta Bawen, Kabupaten Semarang. Kreativitas senimusik campursari yang ditampilkan oleh grup Irama Manunggal ini memberikan warna karyaseni yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptifdengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancaradengan anggota grup, pengurus gereja, dan jemaat serta dokumentasi penampilan musik dalamibadah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kreativitas musik campursari grup IramaManunggal dalam perspektif filsafat nilai Max Scheler. Teori filsafat nilai Max Schelermemberikan empat tingkatan nilai, yaitu nilai kenikmatan, nilai vitalis, nilai spiritual, dan nilaikesucian. Berdasarkan hirarki nilai tersebut, didapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwagrup Irama Manunggal berhasil memadukan elemen-elemen musik campursari dengan lagu-lagu rohani, menciptakan bentuk liturgi yang inklusif dan berakar pada budaya setempat tanpamengurangi kekhusyukan ibadah. Penyajian musik campursari yang diterapkan oleh grupIrama Manunggal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai saranapenghayatan spiritual yang lebih mendalam bagi jemaat. Selain itu dari hasil observasi danwawancara yang dilakukan oleh peneliti, grup Irama Manunggal ini memiliki keantusiasandari para pemain ataupun para jemaat karena adanya rasa senang bisa menikmati kreativitasgrup Irama Manunggal dalam menyajikan musik campursari dalam peribadatan di gereja.
REVITALISASI LAGU ANAK BERSAMA UNEN UNEN KLINIK MUSIK KELILING DI DESA GUNUNGMOJO Fitria, Annas; Kustap, Kustap; Nugroho, Titis Setyono Adi; Listiowati, Nensi; Hariyanto, Gabriella Charis; Nindyasmara, Ken Ruri; Ramadhani, Azzahra; Situmeang, Amos Christian
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2690

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi digital membawa dampak signifikan terhadap pergeseran selera musik anak di Indonesia. Lagu anak yang semula berfungsi sebagai sarana edukasi, hiburan, dan pembentukan karakter mengalami kemunduran akibat paparan konten digital yang tidak terkendali. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar kini lebih familiar dengan lagu orang dewasa, seperti jedag-jedug, remix, dan Kpop dibandingkan lagu daerah maupun lagu anak yang sesuai dengan kebutuhan psikologisnya. Unen Unen Klinik Musik Keliling hadir sebagai komunitas pemberdayaan yang berfokus pada pengenalan dan penciptaan lagu anak bersama anak-anak di desa-desa Yogyakarta. Tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk merancang modul pembelajaran yang kontekstual untuk klinik musik, merevitalisasi lagu-lagu anak, serta membangun ekosistem kesenian musik desa yang lebih holistik, aplikatif, dan berkelanjutan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini anak-anak desa dapat memperoleh ruang untuk berkembang, meningkatkan potensi diri, dan mengaktualisasikan dirinya secara setara. Abstract. The rapid advancement of digital technology and information systems has substantially transformed children’s musical preferences in Indonesia. Children’s songs, which traditionally served as media for education, entertainment, and character development, have undergone a marked decline as a result of uncontrolled exposure to digital content. Children from early childhood to primary school age are now more familiar with adult-oriented music, e.g., jedag-jedug (upbeat electronic dance music), remixes, and K-pop, than with local or developmentally appropriate children’s songs that align with their psychological needs. Unen-unen Klinik Musik Keliling serves as a community-based empowerment initiative dedicated to reintroducing and collaboratively composing children’s songs along with the children in rural areas of Yogyakarta. The program aims to develop a contextualized learning module for the music clinic, revitalize children’s songs, and foster a more holistic, practical, and sustainable rural music ecosystem. This community service initiative was implemented through three stages: socialization, training and mentoring, and evaluation. The results indicate that the program provided  rural children with expanded opportunities to grow, enhance their individual potentials, and meaningfully actualize themselves within an equitable artistic learning environment.