Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia dengan angka kejadian 21,6% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2022. Meskipun ada penurunan dari tahun sebelumnya (24,4%), angka tersebut tetap tinggi dan mengancam kualitas sumber daya manusia. Pengetahuan gizi dalam keluarga menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman individu terkait kesadaran akan pentingnya gizi anak. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi audio, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, posyandu, dan kebijakan pemerintah berperan dalam membentuk kondisi gizi anak. Studi dilakukan di Desa Ragajaya dengan temuan bahwa keterlibatan kader posyandu AP 1 memiliki kontribusi signifikan dalam penurunan angka stunting. Setelah berbagai bentuk pendampingan dilakukan, angka stunting menurun menjadi 17%. Hal ini menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, kader, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan anak menuju visi Indonesia Emas.
Copyrights © 2025