Film berjudul “Sampai Nanti, Hanna!” sangat unik dengan tindak tutur yang kontras antara konteks pertemanan dan konteks domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang tindak tutur permintaan dan penolakan, dan kaitannya dengan konteks tuturan, hubungan dan status sosial penutur dan lawan tutur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan 13 dialog yang berisi tuturan permintaan dan respon terhadap tuturan tersebut. Data diperoleh dengan menggunakan teknik simak, rekam dan catat dari dialog di dalam film. Data dianalisis menggunakan taxonomy permintaan dari Blum-Kulka, dkk., (1989) dan Altameemy, dkk., (2024) dan penolakan dari Beebe (1990) dan Garcia, (2024). Hasil penelitian menemukan terdapat tindak tutur permintaan untuk bantuan, permintaan sikap/perbuatan dan permintaan ijin. Sedangkan semua tindak tutur penolakan merupakan jenis penolakan terhadap sikap/perbuatan. Jenis tindak tutur penolakan yang digunakan hampir semuanya menggunakan tindak tutur tidak langsung, kecuali dalam hubungan hierarki antara suami ke istri dan dari ibu ke anak dalam konteks domestik. Strategi tuturan yang digunakan sangat tergantung pada hierarki dalam hubungan sosial penutur dan lawan tutur.
Copyrights © 2025