Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi analitis melalui integrasi Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dan Pengajaran Responsif Budaya (CRT). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang melibatkan 32 siswa kelas sebelas di SMA Negeri 3 Kisaran. Kegiatan pembelajaran dirancang berdasarkan isu-isu budaya lokal yang relevan dengan latar belakang siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor dan keterlibatan menulis siswa. Skor rata-rata meningkat dari 61,2 menjadi 84,5, dan 91% siswa mencapai nilai kelulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menggabungkan PBL dan CRT menciptakan kelas menulis bahasa Inggris yang bermakna, inklusif, dan efektif.
Copyrights © 2025