Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam mengurangi prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak sekolah. Namun, efektivitas program ini masih menyisakan tanda tanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelebihan dan kelemahan program MBG serta memberikan catatan kritis terhadap pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui kajian literatur dan data sekunder, serta wawancara terbatas terhadap guru dan tenaga kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa program ini memiliki dampak positif terhadap akses gizi anak dan pemberdayaan ekonomi lokal, namun juga menghadapi tantangan berupa biaya tinggi, lemahnya koordinasi lintas sektor, kualitas makanan yang belum seragam, dan potensi politisasi kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan unit pengelola lintas sektor, digitalisasi sistem pelaporan, dan evaluasi berbasis dampak untuk memperkuat efektivitas program.
Copyrights © 2025