Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika psikologis mahasiswa yang terlibat dalam toxic relationship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Tiga informan merupakan mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki pengalaman dalam hubungan toxic. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami tekanan emosional seperti kecemasan, overthinking, dan penurunan harga diri. Bentuk hubungan toxic mencakup kontrol berlebihan, manipulasi emosional, pembatasan sosial, dan ancaman psikologis. Alasan bertahan antara lain rasa cinta, harapan perubahan, rasa bersalah, dan tekanan sosial. Strategi coping yang digunakan meliputi emotion-focused coping seperti journaling dan meditasi, serta problem-focused copingseperti konsultasi dengan konselor dan aktivitas positif. Temuan ini menekankan pentingnya layanan bimbingan dan konseling sebagai intervensi preventif dan kuratif dalam mendukung mahasiswa membangun relasi yang sehat.
Copyrights © 2025