Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi tutur yang digunakan oleh Generasi Z dalam komunikasi digital di media sosial dan bagaimana strategi tersebut mencerminkan identitas sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana pragmatik terhadap 150 potongan teks unggahan dari Instagram, TikTok, dan Twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam strategi tutur dominan yang digunakan, yaitu ekspresi emosional, penanda kesantunan, campur kode, intensifier, adjacency pairs, dan hedging. Strategi ekspresi emosional merupakan yang paling dominan, mencerminkan kebutuhan Generasi Z untuk membangun kedekatan emosional dalam komunikasi daring. Sementara itu, penggunaan penanda kesantunan dan hedging menunjukkan keberlanjutan nilai sopan santun dalam konteks digital. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi tutur tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan identitas sosial. Dengan demikian, penggunaan bahasa oleh Generasi Z di media sosial bersifat strategis, kontekstual, dan merefleksikan nilai-nilai sosial yang hidup dalam komunitas digital mereka.
Copyrights © 2025