Pendidikan merupakan proses penting dalam membentuk pemahaman, kedewasaan, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Namun, metode pembelajaran tradisional yang dominan menggunakan buku sering kali kurang menarik dan interaktif, terutama dalam pelajaran Sejarah di SMP Islamiyah Pontianak, sebuah sekolah yang memiliki akreditasi B. Hasil survei menunjukkan bahwa metode ini menimbulkan kebosanan di kalangan siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, teknologi Augmented Reality (AR) diusulkan sebagai solusi inovatif. AR memungkinkan integrasi objek dua atau tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata secara real-time, menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang meliputi enam tahap: Konsep, Desain, Pengumpulan Bahan, Pembuatan, Pengujian, dan Distribusi, untuk mengembangkan filter AR berbasis Instagram yang difokuskan pada pembelajaran sejarah presiden Indonesia. Diharapkan penerapan teknologi AR ini dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi sejarah, sehingga dapat membantu pihak sekolah SMP Islamiyah Pontianak dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif.
Copyrights © 2025