Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pencahayaan ruangan dengan keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada gamers. Peningkatan penggunaan layar digital dalam durasi yang lama, seperti bermain game, telah dikaitkan dengan CVS, yaitu kondisi yang ditandai dengan ketidaknyamanan visual dan ketegangan mata. Salah satu faktor ergonomis yang dapat memperburuk gejala ini adalah pencahayaan ruangan yang tidak memadai. Materials and methods. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional cross-sectional. Sampel berjumlah 100 gamers di Kota Salatiga yang dipilih melalui purposive sampling. Tingkat pencahayaan ruangan diukur menggunakan lux meter, sedangkan keluhan CVS diidentifikasi melalui kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Results. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 73 responden (64%) bermain game di ruangan dengan pencahayaan kurang dari 300 lux. Sebanyak 68 responden (59,6%) mengalami keluhan CVS. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pencahayaan ruangan dengan kejadian CVS (p = 0,014), yang mengindikasikan bahwa semakin rendah pencahayaan, semakin tinggi keluhan CVS. Conclusions. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pencahayaan ruangan dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada gamers. Penerapan pencahayaan sesuai standar ergonomi sangat disarankan untuk meminimalkan risiko gangguan penglihatan akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama.
Copyrights © 2025