Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi terhadap peningkatan kinerja pegawai di Kantor Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom, serta mengidentifikasi faktor kompetensi yang paling dominan memengaruhi kinerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi, dan dokumentasi, mencakup data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, tiga variabel—pendidikan dan pelatihan, pengalaman kerja, serta pangkat/golongan—berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai (nilai signifikansi 0,000 < 0,05). Secara parsial, masing-masing variabel juga menunjukkan pengaruh signifikan: pendidikan dan pelatihan (0,003 < 0,05), pengalaman kerja (0,006 < 0,05), serta pangkat/golongan (0,029 < 0,05). Di antara ketiga variabel tersebut, pengalaman kerja memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien regresi tertinggi sebesar 1,178. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam menghadapi tantangan era otonomi khusus. Peningkatan tersebut harus dilakukan melalui pendidikan berjenjang, pelatihan berkelanjutan, serta pemberian dukungan material, moral, dan spiritual kepada pegawai yang ingin meningkatkan kompetensinya. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan aparatur pemerintahan yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di lingkungan kerja yang dinamis dan kompleks.
Copyrights © 2025