Media pembelajaran berperan penting dalam menciptakan proses belajar yang menarik, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan guru SD Negeri 2 Sumita dalam membuat media pembelajaran, mencakup persepsi, hambatan internal dan eksternal, serta strategi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi digunakan untuk meningkatkan keabsahan data melalui kombinasi observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi positif terhadap media pembelajaran, namun implementasinya terhambat oleh keterbatasan keterampilan teknologi, rendahnya kreativitas, beban administrasi, serta minimnya fasilitas dan pelatihan. Strategi yang dilakukan guru antara lain belajar mandiri, berkolaborasi, serta memanfaatkan bahan lokal dan media sederhana. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatannya yang holistik, karena mengkaji kesulitan guru lintas mata pelajaran dan berbagai jenis media pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan institusional dan pelatihan berkelanjutan agar guru mampu menjadi inovator dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan adaptif terhadap tuntutan abad ke-21
Copyrights © 2025