Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk anemia pada kehamilan dan prematuritas. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, yang berkontribusi pada kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anemia pada kehamilan dan prematuritas dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Pringsewu tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel 60 balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dari ibu yang mengalami anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (51,7%) dibandingkan ibu tanpa anemia (48,3%). Selain itu, balita yang lahir prematur lebih banyak mengalami stunting (46,7%) dibandingkan balita dari kehamilan normal (31,7%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara anemia dan prematuritas dengan kejadian stunting (p-value
Copyrights © 2025