Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EDUKASI “ DISCHARGE PLANNING IBU POST PARTUM PERAWATAN LUKA SC DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH METRO Madiyanti, Desi Ari; Marlinda, Marlinda; Septiasari, Yeti
Bagimu Negeri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i2.2163

Abstract

Persalinan Secsio ccaesarea (SC) mengandung resiko dan kerugian yang lebih besar di bandingkan dengan persalinan normal. Resiko kematian, resiko kesakitan dan mengahadapi masalah fisik pasca oprasi maupun masalah psikologis seperti kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dengan bayi dan merawatnya. Tujuan Pengabdian: Dengan terselenggaranya kegiatan edukasi discharge palnning  ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ibu post partum dalam melakukan perawatan diri. Metode : Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 1minggu, dengan edukasi perawatan luka post SC.Hasil: Hasil pengabdian masyarakat terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan perawatan luka post SC.
PEMBERIAN SARI KURMA PADA BALITA STUNTING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI Saputri, Nurwinda; Yulianto, Andri; Septiasari, Yeti; Hasyim, Dzul Istiqomah
Bagimu Negeri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i2.2268

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa sebagai Sumber Daya Manusia. Kualitas anak dipengaruhi oleh cara Negara dalam mempertahankan generasi. Adapun upaya untuk peningkatan kualitas SDM ini dengan terpenuhinya kebutuhan dasar manusia dengan memperhatikan tumbuh kembang anak. Tingginya angka kejadian stunting menjadi perhatian pemerintah. Beberapa penyebab stunting itu sendiri adalah kurangnya asupan yang diserap oleh tubuh mulai dari masih didalam kandungan sampai dengan setelah lahir, kurangnya akses ke pelayanan kesehatan, kurangnya akses air bersih dan sanitasi. Keanekaragaman makanan yang tersedia adalah sumber zat gizi bagi tubuh manusia guna melaksanakan peran dan fungsinya yang  juga merupakan salah  satu cara memperbaiki kondisi Stunting pada anak. Buah kurma termasuk golongan buah-buahan yang satu satuan penukarnya mengandung 50 kalori, 10gram protein dan 12gram karbohidrat. Kegiatan dilakukan dengan pretest, pengukuran status gizi. Penyampaian materi, Posttest, pemberian sari kurma, monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan secara door to door.  Kemampuan ini kita lihat dari hasil pre dan post test yang dilakukan, dan dapat dikatakan Baik, penyampaian materi dengan metode ceramah dan demonstrasi mendukung kemampuan peserta dalam menguasai materi yang disampaikan oleh Tim Pengabdi.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU CARING PADA PERAWAT DI PUSKESMAS SUBIK KABUPATEN LAMPUNG UTARA Wibowo, Heri; Budianto, Apri; Septiasari, Yeti; Efendi, Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2415

Abstract

Perawat merupakan profesi yang memerlukan kepedulian sosial dan kemampuan khusus mencakup keterampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring atau kasih sayang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan kecerdasaan emosional dengan perilaku caring perawat di puskesmas Subik Kabupaten Lampung Utara. Jenis penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Subik Kabupaten Lampung Utara sejumlah 110 orang dengan jumlah sampel sebesar 66 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil perhitungan statistik menggunakan uji Kendall tau seperti, diperoleh p-value sebesar 0,029
PENGARUH PEMBERIAN SARI KURMA TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI KABUPATEN PRINGSEWU Hasyim, Dzul Istiqomah; Saputri, Nurwinda; Septiasari, Yeti; Yulianto, Andri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i1.2283

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi di dunia, ada 165 juta balita di dunia dalam kondisi pendek (stunting). Stunting merupakan permasalahan gizi di dunia, ada 165 juta balita di dunia dalam kondisi pendek (stunting). asupan nutrisi harus mengandung energi, protein, karbohidrat, vitamin, zat besi, mineral, dan asam folat.Sari kurma bisa menjadi pilihan yang baik untuk kenaikan gizi balita karena kurma kaya akan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Sarikurma merupakan makanan yang kaya akan nutrisi dan sering direkomendasikan untuk mencegah stunting pada anak-anak. Stunting adalah kondisi dimana anak memiliki pertumbuhan fisik yang terhambat secara kronis akibat defisiensi gizi atau kondisi lingkungan yang tidak memadai. Mengonsumsi sari kurma secara teratur dapat membantu mencegah stunting. Tujuan dari penelitian ini diketahuinya Pengaruh Konsumsi Sari Kurma Terhadap Peningkatan Status Gizi (BB/U) Pada Balita Stunting di Desa Podosari Kabupaten Pringsewu Tahun 2023. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian Exprimental Design dengan menggunakan rencana pretest-posttest dan dibagi dua kelompok yaitu kelompok control dan kelompok intervensi. Dalam penelitian dilakukan kepada balita stunting yang terdata di posyandu Podosari Pekon Podosari dan posyandu Matahari Pekon Pringsewu Barat sejumlah total terdapat 24 balita. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada berat badan, tinggi badan, status gizi berat badan menurut umur dan berat badan menurut tinggi badan pada kedua kelompok (p value > 0,05). Berbeda dengan status gizi berat badan menurut umur, didapatkan bahwa kelompok control memiliki status gizi yang lebih rendah dibandingkan kelompok intervensi dan didapatkan pervedaan bermakna ( p value < 0,024).
Hubungan pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak dengan implementasi pendidikan karakter anak usia 60-72 bulan. Yusnita, Yusnita; Setianingrum, Kusuma Ayu; Septiasari, Yeti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.485

Abstract

Background: Teachers' knowledge of child development will influence their role in implementing character education in children. Teachers who understand that children aged 60-72 years should be trained to go to the bathroom by themselves, will implement this in their students so that independent character will grow in children. Purpose: This study aims to determine the relationship between teacher knowledge about child development and the implementation of character education for children aged 60-72 months at Aisyiyah Bustanul Athfal Kindergarten, Pringsewu District. Method: Cross-sectional research with a quantitative approach. The study sample consisted of 36 teachers selected by total sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis involved univariate and bivariate analysis. Results: The study showed that most teachers have a good level of knowledge about child development. Character education of preschool children, especially in the aspects of independence, honesty, creativity, and self-confidence, is in the good category. The results of the analysis showed a significant relationship between teachers' knowledge of child development and character education of preschool children (p<0.05). Teachers' knowledge of child development has a close relationship with the quality of character education. Conclusion: Teachers with better knowledge are able to implement character education more effectively. Suggestion: Based on the results of the study, it is expected that the school will hold regular training for teachers related to child development and the implementation of character education so that the quality of learning can continue to be improved. Keywords: Teachers' knowledge, child development, character education Pendahuluan: Pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak akan mempengaruhi perannya dalam mengimplementasikan pendidikan karakter pada anak. Guru yang memahami bahwa anak usia 60-72 tahun harus dilatih untuk ke kamar mandi sendiri, akan mengimplementasikan ini pada anak didiknya sehingga akan tumbuh karakter mandiri pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak dengan implementasi pendidikan karakter anak usia 60-72 bulan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kecamatan Pringsewu. Metode: Penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 36 guru yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data melibatkan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar guru memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang tumbuh kembang anak. Pendidikan karakter anak usia prasekolah, terutama dalam aspek kemandirian, kejujuran, kreativitas, dan percaya diri, berada pada kategori baik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan guru tentang tumbuh kembang dengan pendidikan karakter anak usia prasekolah (p<0.05). Pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak memiliki hubungan yang erat dengan kualitas pendidikan karakter. Simpulan: Guru yang memiliki pengetahuan lebih baik mampu menerapkan pendidikan karakter dengan lebih efektif. Saran: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak sekolah untuk mengadakan pelatihan rutin bagi guru terkait tumbuh kembang anak dan penerapan pendidikan karakter agar kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan. Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Pengetahuan Guru; Tumbuh Kembang Anak.
EDUKASI GIZI DAN ANEMIA SAAT HAMIL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK Septiasari, Yeti; saputri, Nurwinda; Hasyim, Dzul Istiqomah
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2876

Abstract

Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis, karena masa ini terjadi pertumbuhan perkembangan yang sangat pesat (Kemenkes RI, 2010). Salah satu masalah gizi yang diderita oleh balita yaitu stunting yang merupakan keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek yang terjadi akibat kekurangan gizi dan penyakit berulang dalam waktu lama pada masa janin hingga 2 tahun pertama kehidupan seorang anak (Black et al., 2008). Mengatasi stunting diperlukan dukungan dan komitmen pemerintah khususnya pimpinan daerah memiliki korelasi dengan keberhasilan penanganan stunting dilihat dari program dan pendanaan yang terkait dengan asupan gizi, suplementasi, perbaikan sanitasi lingkungan dan peningkatan kesehatan ibu dan anak dimulai dari masa kehamilan (Rahmawati, et al, 2020). Pengetahuan dan pendidikan orang tua terutama ibu merupakan dasar untuk mengimplementasikan perilaku kesehatan selama kehamilan sampai dengan masa menyusui. Bahkan beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pendidikan dan pengetahuan dapat mempengaruhi kejadian stunting 1,2 kali sampai dengan 7 kali lipat. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting selama masa kehamilan sampai dengan masa menyusui adalah dengan edukasi baik secara berkelompok ataupun personal. Kondisi stunting meskipun dialami oleh balita, namun diakibatkan karena beberapa faktor risiko penting sejak masa kehamilan, yaitu kurangnya asupan gizi ketika janin karena kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan dan gizi sebelum serta pada saat masa kehamilan lalu masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (AnteNatal Care) yang berkualitas. Terdapatnya kaitan masa kehamilan dengan kejadian stunting menyebabkan diperlukannya kegiatan pencegahan yang efektif untuk mencegah stunting pada masa kehamilan. (Ekayanthi Suryani, 2019; Saputri dan Tumangger, 2019; TNP2K, 2017; Nurfatimah et al, 2021; Salamung, 2019). Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada balita sangat berpengaruh pada keadaan gizi balita, karena ibu adalah seseorang yang paling besar keterikatannya dan paling dekat dengan anak. Pengetahuan mengenai gejala, efek samping, dan cara menghindari stunting dapat menjadi penentu sikap dan perilaku orang tua dalam mengasuh dan menjaga kesehatan anak sehingga angka stunting dapat dikurangi (Rahmawati, Nurmawati, Sari, 2019). Tingkat pengetahuan yang tepat adalah dasar untuk mengembangkan keterampilan berpikir seseorang dan merupakan cara untuk memotivasi dan menarik kesimpulan tentang sikap dan perilakunya sendiri (Rini, 2020). Tujuan Pengabdian: Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mengingatkan pentingnya edukasi gizi untuk pencegahan stunting pada anak. Metode : Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara langsung memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak tentang gizi pada anak agar tidak stunting di pekon podomoro. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini memperlihatkan seluruh kader, bidan coordinator dan juga ibu hamil dan ibu yang memiliki anak dengan stunting.   
PEMANFAATAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN PUDDING UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA AMBARAWA TIMUR Septiasari, Yeti; Aseka, Faozan; Rahmatillah, Arrijal; Jannah, Nida Ul; Putri, Dwi Ayu Mustika; Putri, Intan Berliana
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2897

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan daun kelor sebagai solusi alami untuk mencegah stunting di Desa Ambarawa Timur, sebuah desa pemekaran yang menghadapi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Daun kelor, yang kaya akan nutrisi seperti vitamin A, B, C, E, serta mineral seperti kalsium dan zat besi, dapat membantu meningkatkan kecukupan gizi anak-anak dan mengurangi angka stunting. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN melalui serangkaian kegiatan, termasuk perizinan, diskusi, praktik, dan pembinaan kepada masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi dan pemanfaatan daun kelor tidak hanya berkontribusi pada perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dengan mengolahnya menjadi produk bernilai jual. Selain itu, peningkatan fasilitas kesehatan dan edukasi gizi yang lebih baik dapat mempercepat pengurangan angka stunting, mendukung perkembangan anak yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan
RIWAYAT ANEMIA DAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN PRINGSEWU Septiasari, Yeti; Saputri, Nurwinda; Hasyim, Dzul Istiqomah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3028

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk anemia pada kehamilan dan prematuritas. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, yang berkontribusi pada kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anemia pada kehamilan dan prematuritas dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Pringsewu tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel 60 balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dari ibu yang mengalami anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (51,7%) dibandingkan ibu tanpa anemia (48,3%). Selain itu, balita yang lahir prematur lebih banyak mengalami stunting (46,7%) dibandingkan balita dari kehamilan normal (31,7%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara anemia dan prematuritas dengan kejadian stunting (p-value
Family Centered Maternity Care and Healthy Home Cadres: Review Collaborative Role in Reduce Pregnancy Risk Marlinda, Marlinda; Septiasari, Yeti; Rahmawati, Talisa; Oktavioni, Dea
International Journal Scientific and Professional Vol. 4 No. 4 (2025): September-November 2025
Publisher : Yayasan Rumah Ilmu Professor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56988/chiprof.v4i4.132

Abstract

This review explored the collaborative roles of Family Centered Maternity Care (FCMC) and health cadres in reducing maternal risk during pregnancy. High-risk pregnancies remain a key concern contributing to maternal and infant mortality, especially in low-resource settings. FCMC has emerged as an approach that empowers families to actively participate in maternal care, while trained community health cadres facilitate early detection and health education. This paper reviewed recent studies that examined how collaboration between families, cadres, and health systems enhances antenatal care adherence, risk mitigation, and maternal well-being. Evidence shows that integrating digital tools, structured family support, and interprofessional teamwork can significantly reduce complications and improve preparedness for childbirth. It concludes that strengthening cadre-family collaboration is a critical strategy in maternal health interventions.
SOSIALISASI UPAYA PENCEGAHAN DAN DETEKSI KANKER SERVIKS DI DESA REJOSARI KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG Andriani, Silvia; Septiasari, Yeti; Istiqomah, Dzul; Windrianatama, Egita; Marlinda, Marlinda; Fahrudiana, Fuadah; Istikomah, Istikomah; Widayati, Wahyu; Anggraeni, Sumi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3287

Abstract

Penyakit kanker serviks sering terjadi pada wanita berusia 35-55 tahun. Kanker serviks merupakan suatu proses keganasan sekelompok sel abnormal yang terjadi dan tumbuh di dalam leher rahim yang penyebab utamanya adalah Human Papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual (sexually transmitted infection). Upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap kanker serviks baik dengan atau tanpa gejala perlu dilakukan oleh setiap wanita. Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah kasus kanker serviks yang tinggi dan setiap tahun selalu meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan tentang kanker serviks pada ibu–ibu Aisyiyah Pringsewu, sehingga dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan tentang kanker serviks serta dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan peserta dengan menggunakan kuisioner di awal dan akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa setelah diberikan penyuluhan, tingkat pengetahuan peserta mengenai kanker serviks mengalami peningkatan sebesar 16% dibandingkan sebelumnya. Kegiatan ini memiliki dampak yang positif dan diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan tentang kanker serviks peserta dapat lebih menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan mampu melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Kata kunci: HPV, Kanker Serviks, Deteksi dini, Wanita