Kritik sanad merupakan instrumen fundamental dalam studi hadis guna memastikan otentisitas dan validitas transmisi ajaran Nabi Muhammad SAW. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar, sejarah perkembangan, metode kritik sanad, serta manfaatnya dalam menjaga kemurnian hadis dari pemalsuan. Metode penelitian yang digunakan ialah studi pustaka, dengan menganalisis literatur primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa ulama hadis mengembangkan lima kriteria kritik sanad: kesinambungan sanad (ittisal as-sanad), keadilan perawi (‘adalah), kecermatan perawi (dhabt), tidak menyelisihi riwayat lain (syadz), dan bebas dari cacat tersembunyi (‘illah). Kritik sanad tidak hanya berfungsi sebagai sistem verifikasi, tetapi juga sebagai benteng epistemologis untuk menjaga otoritas ajaran Islam.
Copyrights © 2025