Globalisasi telah membawa tantangan baru bagi lembaga pendidikan Islam, termasuk pesantren, untuk beradaptasi dalam meningkatkan daya saing global tanpa menghilangkan identitas keislamannya. Salah satu strategi adaptif yang diterapkan adalah program overseas dan umrah edukatif bagi santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan tantangan implementasi program internasionalisasi pendidikan di Pondok Pesantren As-Syifa Sagalaherang Subang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, didukung oleh teori experiential learning (Kolb, 2000) dan tinjauan literatur terkait transformasi pendidikan pesantren dalam konteks global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kompetensi global santri melalui penguatan kemampuan bahasa, hafalan Al-Quran dan pemahaman lintas budaya, serta penanaman nilai spiritual dan kepemimpinan. Tantangan yang muncul berupa perbedaan bahasa, adaptasi lingkungan, dan tekanan psikologis berhasil diatasi melalui pola pembinaan adaptif berbasis nilai pesantren. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi aktor utama dalam globalisasi pendidikan Islam, asalkan didukung dengan desain program yang kontekstual, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan nilai-nilai lokal.
Copyrights © 2025