Penelitian ini mengkaji Masjid Azizi di Tanjung Pura, Sumatera Utara, sebagai salah satu warisan arsitektur Islam yang penting dalam konteks geografi sejarah. Masjid ini dibangun pada masa Kesultanan Langkat tahun 1902 dan mencerminkan perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, India, Eropa, serta unsur lokal Melayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami keterkaitan antara lokasi geografis, fungsi historis, dan bentuk arsitektural masjid dalam lintasan waktu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa Masjid Azizi tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol kekuasaan, pusat pendidikan Islam, dan penanda identitas budaya masyarakat Langkat. Pendekatan geografi sejarah menunjukkan bahwa masjid ini merupakan ruang yang hidup, yang terus berkembang mengikuti dinamika sosial dan lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian memperkuat pentingnya pelestarian masjid bersejarah sebagai bagian dari warisan budaya yang merekam jejak peradaban Islam di Sumatera Utara. Masjid Azizi bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga wujud dari identitas kolektif yang terus relevan di masa kini.
Copyrights © 2025