ABSTRACT This study aims to investigate the relationship between the use of slang language on social media and the ability to write news texts in standard Indonesian among seventh-grade students at SMP Negeri 2 Karangpucung, Cilacap Regency. The research employed a quantitative correlational method, with data collected through a slang language usage questionnaire and a news text writing test. The sample was randomly selected from the population of seventh-grade students. Data analysis revealed a significant negative correlation between the use of slang language on social media and the ability to write in standard Indonesian. The higher the frequency of slang usage, the lower the students’ ability to write news texts in accordance with proper Indonesian language rules. These findings highlight the importance of promoting the use of standard Indonesian in educational language activities. To balance students’ informal language habits with their formal language proficiency, more effective teaching strategies are needed. Further research is recommended to explore other factors that influence students’ writing skills in greater depth. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan bahasa gaul dalam media sosial dengan kemampuan menulis teks berita menggunakan bahasa Indonesia baku pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data berupa angket penggunaan bahasa gaul dan tes menulis teks berita. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak dari populasi siswa kelas VII. Hasil analisis data menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara penggunaan bahasa gaul dalam media sosial dengan kemampuan menulis bahasa Indonesia baku. Semakin tinggi intensitas penggunaan bahasa gaul, semakin rendah kemampuan siswa dalam menulis teks berita sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Temuan ini menekankan pentingnya pembinaan penggunaan bahasa Indonesia baku dalam kegiatan berbahasa di lingkungan pendidikan. Agar kebiasaan berbahasa nonformal pada siswa seimbang dengan kemampuan berbahasa formalnya, maka dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggali faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kemampuan menulis siswa secara lebih mendalam.
Copyrights © 2025