Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KORELASI PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM MEDIA SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INDONESIA BAKU TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VII Yuwono, Singgih Wiku; Suroso, Eko
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5891

Abstract

ABSTRACT This study aims to investigate the relationship between the use of slang language on social media and the ability to write news texts in standard Indonesian among seventh-grade students at SMP Negeri 2 Karangpucung, Cilacap Regency. The research employed a quantitative correlational method, with data collected through a slang language usage questionnaire and a news text writing test. The sample was randomly selected from the population of seventh-grade students. Data analysis revealed a significant negative correlation between the use of slang language on social media and the ability to write in standard Indonesian. The higher the frequency of slang usage, the lower the students’ ability to write news texts in accordance with proper Indonesian language rules. These findings highlight the importance of promoting the use of standard Indonesian in educational language activities. To balance students’ informal language habits with their formal language proficiency, more effective teaching strategies are needed. Further research is recommended to explore other factors that influence students’ writing skills in greater depth. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan bahasa gaul dalam media sosial dengan kemampuan menulis teks berita menggunakan bahasa Indonesia baku pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data berupa angket penggunaan bahasa gaul dan tes menulis teks berita. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak dari populasi siswa kelas VII. Hasil analisis data menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara penggunaan bahasa gaul dalam media sosial dengan kemampuan menulis bahasa Indonesia baku. Semakin tinggi intensitas penggunaan bahasa gaul, semakin rendah kemampuan siswa dalam menulis teks berita sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Temuan ini menekankan pentingnya pembinaan penggunaan bahasa Indonesia baku dalam kegiatan berbahasa di lingkungan pendidikan. Agar kebiasaan berbahasa nonformal pada siswa seimbang dengan kemampuan berbahasa formalnya, maka dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggali faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kemampuan menulis siswa secara lebih mendalam.
PENERAPAN MODEL EXPERENTIAL LEARNING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII Prasanty, Arum Berliana; Yuwono, Singgih Wiku; Mayasuci, Tuti; Setyawati, Tri Puji; Nurlina, Laily; Pamungkas, Onok Yayang
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4747

Abstract

Poetry writing skills are important elements that Indonesian students should learn. Therefore, it is necessary to implement a learning model that is expected to improve the results of learning objectives. The purpose of this best practice is to describe the interactive multimedia based Experential Learning model as an innovation in learning poetry writing for grade VIII Indonesian subjects at SMPN 1 Maos, SMPN 2 Karangpucung, and SMPN 1 Pejawaran. The research subjects were 128 students. The application of the interactive multimedia-based Experential Learning model was able to improve poetry writing skills as evidenced by the completion rate at SMPN 1 Maos reaching 90.60%, SMPN 2 Karangpucung class B reaching 84.38%, SMPN 2 Karangpucung class H reaching 90.63%, and SMPN 1 Pejawaran reaching 87.50%. This learning model was able to be used as an alternative to improve creative and innovative poetry writing skills in other language subjects. ABSTRAKKeterampilan menulis puisi adalah salah satu elemen penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang seharusnya dapat dikuasai oleh peserta didik. Maka diperlukan penerapan model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil tujuan pembelajaran. Tujuan best practice ini adalah mendeskripsikan model Experential Learning berbasis multimedia interaktif sebagai inovasi pembelajaran menulis puisi mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII di SMPN 1 Maos, SMPN 2 Karangpucung, dan SMPN 1 Pejawaran. Subjek penelitian sejumlah 128 peserta didik. Penerapan model Experiental Learning berbasis multimedia interaktif dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi, dibuktikan dengan tingkat ketuntasan di SMPN 1 Maos mencapai 90,60%, SMPN 2 Karangpucung kelas B mencapai 84,38%, SMPN 2 Karangpucung kelas H mencapai 90,63%, dan SMPN 1 Pejawaran mencapai 87,50%. Model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi yang kreatif dan inovatif pada mata pelajaran rumpun bahasa lain.
SIKAP MURID KELAS VIII SMP TERHADAP KARAKTER IBU DALAM CERITA RAKYAT TIMUN MAS: SEBUAH KAJIAN KUALITATIF Yuwono, Singgih Wiku; Suroso, Eko
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.9025

Abstract

ABSTRACT The folk tale Timun Mas is one of the popular traditional stories rich in moral values and is often used as teaching material in junior high school literature classes. However, interpretations of characters in folk tales are not always singular and can be critically analyzed by students. This study aims to describe the attitudes of eighth-grade students toward the mother’s character in the Timun Mas folk tale, particularly regarding the mother’s act of breaking her promise to the giant. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects were 34 students of class VIII-A at SMP Negeri 2 Karangpucung. Data were collected through open-ended questionnaires, in-depth interviews, and focused group discussions, and then analyzed thematically. The results indicate a variation in students’ attitudes toward the mother’s character. Most students viewed Timun Mas’s mother as intelligent, loving, and willing to sacrifice for her child’s safety. However, some students considered the act of breaking a promise as less commendable and contrary to the value of honesty. This study shows that eighth-grade students are capable of evaluating folk tale characters critically, not only based on explicit moral messages but also by considering context, conflicts, and the characters’ moral dilemmas. Therefore, the study recommends implementing literature learning based on critical analysis so that students can develop reflective thinking skills and not accept moral values uncritically. ABSTRAK Cerita rakyat Timun Mas merupakan salah satu cerita tradisional yang populer dan sarat nilai moral sehingga sering digunakan sebagai bahan ajar sastra di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, pemaknaan terhadap tokoh dalam cerita rakyat tidak selalu bersifat tunggal dan dapat ditafsirkan secara kritis oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap murid kelas VIII SMP terhadap karakter ibu dalam cerita rakyat Timun Mas, khususnya terkait tindakan ibu Timun Mas yang mengingkari janji kepada raksasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 34 murid kelas VIII-A SMP Negeri 2 Karangpucung. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sikap murid dalam menilai karakter ibu Timun Mas. Sebagian besar murid memandang ibu Timun Mas sebagai sosok yang cerdas, penuh kasih sayang, dan rela berkorban demi keselamatan anaknya. Namun, sebagian murid lainnya menilai tindakan mengingkari janji sebagai perilaku yang kurang terpuji dan bertentangan dengan nilai kejujuran. Penelitian ini menunjukkan bahwa murid kelas VIII SMP mampu menilai tokoh cerita rakyat secara kritis, tidak hanya berdasarkan pesan moral eksplisit, tetapi juga dengan mempertimbangkan konteks, konflik, dan dilema moral tokoh. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran sastra berbasis analisis kritis agar murid dapat mengembangkan kemampuan berpikir reflektif dan tidak menerima nilai moral secara tunggal.