Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui dan menggambarkan perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal diantara santri non-mukim dan mukim di Pondok Pesantren RH di Cianjur. Menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Sebanyak 84 responden dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria tempat tinggal serta tingkat keterlibatan dalam aktivitas pesantren. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 5 poin yang mencakup lima dimensi komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu empati, keterbukaan, keseteraan, sikap positif, dan sikap mendukung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, analisis statistik deskriptif, serta uji non-parametrik Mann-Whitney. Penelitian mendapati hasil bahwa perbedaan signifikan tidak terdapat dalam kemampuan komunikasi interpersonal antara santri mukim dan non-mukim. Pada santri mukim, aspek keterbukaan dan sikap positif masing-masing memiliki persentase sebesar 22%, sedangkan pada santri non-mukim, kedua aspek ini juga mencapai 22%. Aspek lain yang diukur menunjukkan persentase yang serupa antara kedua kelompok. Secara keseluruhan, sebagian besar santri berada pada kategori kemampuan komunikasi interpersonal sedang, dengan faktor utama penghambat kemampuan tersebut adalah kurangnya rasa percaya diri dan keraguan dalam menyampaikan pendapat. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengelola pesantren agar merancang program pembinaan komunikasi interpersonal yang lebih efektif guna meningkatkan keterampilan komunikasi seluruh santri.
Copyrights © 2025