This community service program aims to foster students' courage to speak (eliminate anxiety) through self-concept recognition. Students' lack of courage in speaking is a phenomenon that often occurs in formal situations. Students feel afraid, anxious, embarrassed, and find it difficult to express information due to anxiety/fear of making a mistake. This guilt causes a lack of self-confidence. Students feel they will be judged or commented on later by the audience. In fact, the students have not made any mistakes and are not being judged. This feeling must be resolved so that it disappears. One way to do this is through self-concept recognition. Self-concept means encouraging oneself to be more capable of knowing oneself (self-evaluation). The process of self-recognition is expected to eliminate students' anxiety and thus foster students' courage in speaking. In the self-recognition process, this community service program uses the "Johari Window" theory as an approach. Through this "Johari Window" approach, students are encouraged to be able to map their abilities so that they can better understand themselves. The method used is the lecture method and mentoring for community service participants. The results of this approach are very much felt by the students. Students are better able to map their abilities, so that the anxiety they initially felt when they wanted to speak in public is reduced. Students' anxiety was significantly reduced by approximately 89%. This percentage was derived from a vote among the entire student body. This demonstrates a result consistent with the initial goal of this community service program.ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan keberanian berbicara mahasiswa (menghilangkan kecemasan) melalui pengenalan konsep diri. Kurangnya keberanian mahasiswa dalam berbicara menjadi suatu fenomena yang sering muncul dalam situasi formal. Mahasiswa merasa takut, cemas, malu, hingga sulit untuk mengutarakan suatu informasi disebabkan oleh rasa cemas/takut bahwa dirinya membuat suatu kesalahan. Rasa bersalah inilah yang menyebabkan rasa kurang percaya diri. Mahasiswa merasa akan dinilai atau dikomentari nantinya oleh para pendengar. Padahal, kenyataannya mahasiswa tidak berbuat suatu kesalahan dan tidak dinilai. Rasa seperti inilah yang harus diselesaikan sehingga rasa tersebut menjadi hilang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pengenalan konsep diri. Konsep diri berarti mengajak diri sendiri untuk lebih mampu mengenali diri (mengevaluasi diri). Proses pengenalan diri diharapkan dapat menghilangkan rasa cemas mahasiswa sehingga menumbuhkan rasa keberanian mahasiswa dalam berbicara. Dalam proses pengenalan diri, pengabdian ini menggunakan teori “Jendela Johari” sebagai sebuah pendekatan. Melalui pendekatan “Jendela Johari” ini mahasiswa diajak untuk mampu memetakan kemampuan dirinya sehingga para mahasiswa dapat lebih mengenal diri mereka. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan pendampingan kepada peserta pengabdian. Hasil dari pendekatan ini sangat dirasakan oleh para mahasiswa. mahasiswa lebih mampu memetakan kemampuannya sehingga rasa cemas yang awalnya dirasakan ketika hendak berbicara di depan umum menjadi lebih berkurang. Rasa kecemasan pada mahasiswa dapat dirasakan berkurang sekitar 89%. Persentase ini diambil dari hasil voting pada seluruh jumlah mahasiswa. Hal ini menunjukkan sebuah hasil yang sesuai dengan tujuan awal dari pengabdian ini.
Copyrights © 2025