Alun-alun kota dalam tata ruang tradisional Jawa merepresentasikan nilai-nilai Kejawen, seperti keseimbangan kosmis, harmoni sosial, dan hubungan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan representasi nilai-nilai Kejawen dalam tata ruang Alun-Alun Nganjuk dan Blitar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan pengelompokan data, kemudian dilakukan perbandingan antara kedua alun-alun. Hasil analisis ini diinterpretasikan untuk memahami nilai-nilai Kejawen tetap terjaga atau mengalami perubahan. Analisis menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-Alun Blitar masih mempertahankan elemen tradisional seperti tanah lapang, pohon beringin, dan hubungan spasial sakral. Sementara itu, Alun-Alun Nganjuk telah dimodernisasi sebagai taman kota, namun simbolisme Kejawen tetap terjaga melalui kedekatannya dengan Kantor Bupati, masjid, pusat pemerintahan, sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan pusat perbelanjaan. Simpulan menunjukkan bahwa meskipun terjadi transformasi ruang akibat modernisasi, nilai-nilai Kejawen tetap terwakili dalam tata ruang kedua alun-alun.
Copyrights © 2025