Artikel ini mengkaji konsep tasybih dalam ilmu balāghah serta menganalisis gaya bahasa al-Jahiz sebagaimana tercermin dalam karya klasiknya, al-Bayan wa at-Tabyin. Tasybih merupakan perangkat penting dalam retorika Arab yang berfungsi untuk memperjelas makna, memperindah bahasa, dan memperkuat daya persuasi teks. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan teknik analisis isi, kajian ini berfokus pada bab تشبيه الشيء بالشيء من الشعر dalam kitab tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa al-Jahiz tidak menyusun teori tasybih secara sistematis seperti tokoh setelahnya, tetapi ia menampilkan penerapan tasybih secara kreatif dan kontekstual melalui syair, kisah, dan analogi yang hidup. Gaya balāghah al-Jahiz secara umum ditandai oleh kekuatan argumentasi, penggunaan narasi, humor halus, serta kejernihan makna (bayan). Dengan demikian, karya al-Bayan wa at-Tabyin memiliki peran penting dalam membentuk fondasi awal teori balāghah klasik dan menginspirasi perkembangan retorika Arab pada masa sesudahnya.
Copyrights © 2025