Paprika mengandung jumlah vitamin C yang signifikan, paprika dikenal karena khasiatnya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, termasuk kemampuannya untuk menangkal radikal bebas dan bertindak sebagai antioksidan bagi tubuh. Studi ini menggunakan pelarut etanol dan metanol untuk mengukur kandungan vitamin C pada paprika oranye dan kuning. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Trunojoyo Madura pada Januari 2025. Menggunakan etanol dan metanol sebagai pelarut, prosedur maserasi digunakan untuk mengekstrak paprika. Panjang gelombang maksimum juga ditentukan. Pemeriksaan sampel ini menunjukkan ymax sebesar 373,5 nm. Persamaan y = 0,0006 x + 0,019 menunjukkan linearitas. Analisis kuantitatif dilakukan pada rentang panjang gelombang 250–400 nm menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Pelarut etanol menghasilkan 340 mg/100 g vitamin C pada paprika kuning, sedangkan pelarut metanol menghasilkan 562,5 mg/100 g. Pelarut etanol menghasilkan 215 mg/100 g vitamin C dari paprika oranye, sedangkan pelarut metanol menghasilkan 562,5 mg/100 g. Hasil uji desain blok kelompok acak lengkap dengan y = 0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam jumlah vitamin C yang terdapat pada setiap sampel.
Copyrights © 2025