Transformasi pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut guru menguasai kompetensi TPACK agar mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam pembelajaran. Namun, penguasaan TPACK guru di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan personal dan institusional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ICT Self-efficacy dan budaya sekolah terhadap kompetensi TPACK guru, serta menguji peran mediasi ICT Self-efficacy dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis data melalui PLS-SEM. Sampel penelitian mencakup 58 guru di MA Persis Tarogong, Garut. Instrumen berupa angket skala Likert digunakan untuk mengukur budaya sekolah, ICT Self-efficacy, dan TPACK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap TPACK guru, baik secara langsung maupun melalui mediasi ICT Self-efficacy. Budaya sekolah yang suportif dan inovatif mendorong peningkatan kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi, yang berdampak pada peningkatan kompetensi TPACK. Penelitian ini merekomendasikan penguatan budaya sekolah yang mendukung inovasi serta pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan ICT Self-efficacy, guna memperkuat profesionalisme guru dalam pembelajaran berbasis teknologi dan implementasi Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025