Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan yang di hadapi sekolah penyelenggara pendidikan inklusi. Dengan meningkatnya jumlah Anak Berkubutuhan Khusus (ABK) di Indonesia dari tahun ke tahun semakin banyak. Selaku upaya buat mendapatkan cerminan secara merata serta mendalam yang diperoleh dari anggapan guru yang berkaitan dengan kendala-kendala ataupun kasus yang dialami oleh sekolah ataupun guru dalam penyelenggaraan sekolah inklusi. Metode dalam penyusunan artikel ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan atau studi literatur. Pada metode studi literatur isi mengacu pada isi kajian literatur atau karya tulis baik buku, jurnal dan artikel yang sesuai dengan masalah dan tujuan artikel. Proses pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan kelas serta model layanannya sangat menolong dalam menolong siswa menggapai kemampuan mereka serta menanggulangi sebanyak bisa jadi hambatan belajar yang mereka natural dalam area yang komprehensif. Pembelajaran inklusif merupakan sesuatu penerapan pembelajaran yang ialah sekumpulan kanak-kanak yang mempunyai keistimewaan tertentu atau pun diucap dengan ABK (Anak Berekbutuhan Khusus ) dengan anak reguler pada biasanya. Banyak komentar para pakar tentang definisi pembelajaran inklusif. Tidak terdapat yang membedakan antara anak berkebutuhan spesial dengan anak yang reguler.
Copyrights © 2025