Naskah kuno merupakan warisan dari nenek moyang masyarakat dan tanah Sumbawa yang di dalamnya mencerminkan perilaku dan kepribadian budaya bangsa yang luhur. Namun keberadaan naskah kuno menjadi tantangan tersendiri yakni masyarakat belum memahami nilai historis dan budaya dari naskah kuno; naskah sering dianggap sebagai benda usang tanpa nilai praktis; belum banyak naskah yang didokumentasikan secara sistematis atau didigitalisasi; resiko kehilangan informasi budaya yang tak tergantikan; bahkan beberapa naskah hilang karena dijual atau dibawa keluar daerah; di samping minimnya program pemerintah daerah atau lembaga budaya untuk konservasi naskah; dan keterbatasan dana dan tenaga ahli dalam bidang filologi dan konservasi. Adapun tujuan dari Focus Group Discussion (FGD) adalah menjaga keberadaan naskah sebagai bukti sejarah, sastra, dan nilai-nilai lokal Sumbawa; serta menguatkan identitas dan jati diri daerah. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) untuk menjaring gagasan, identifikasi dan inventarisasi keberadaan naskah kuno dalam beberapa sesi kegiatan. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) menunjukan bahwa (1) sebagian besar kecamatan memiliki naskah kuno yang tersimpan di rumah-rumah, masjid tua, dan koleksi pribadi, (2) banyak naskah mengalami kerusakan fisik akibat kelembaban, rayap, dan kurangnya perawatan, (3) belum ada sistem pendataan terpadu antar kecamatan, (4) minimnya anggaran dan tenaga ahli konservasi, (5) rendahnya kesadaran masyarakat terhadap nilai naskah kuno untuk digitalisasikan, (6) belum adanya regulasi lokal yang melindungi naskah kuno sebagai cagar budaya. Sehingga melahirkan beberapa usulan strategis dalam memberikan solusi pelestarian naskah kuno di kabupaten sumbawa adalah (1) digitalisasi dan transliterasi naskah kuno secara bertahap, (2) pembuatan museum mini atau ruang pameran naskah di tiap kecamatan, dan (3) integrasi naskah kuno dalam kurikulum muatan lokal sekolah.
Copyrights © 2025