Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran birrul walidain pada generasi sandwich di Kota Bandarlampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan lima partisipan yang tinggal bersama orang tua dan anak dalam satu rumah. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, lalu dianalisis menggunakan Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi sandwich melaksanakan birrul walidain melalui aspek ihsan dan husn, bersyukur, dan ilshaq. Praktiknya mencakup perhatian emosional, dukungan finansial, serta kelekatan emosional. Kebahagiaan orang tua menjadi prioritas utama yang turut menentukan kebahagiaan dan kesejahteraan emosional generasi sandwich dalam kesehariannya.
Copyrights © 2025