This study aims to analyze the role of transformational leadership of village heads in shaping organizational culture and enhancing staff commitment in Tulungagung Regency. The research employed a qualitative approach using Miles and Huberman’s interactive analysis model, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results indicate that transformational leadership has a positive influence on both organizational culture and staff commitment, particularly in the aspects of inspirational motivation and a collaborative work environment. However, the dimensions of high-performance expectations and result orientation have not yet been optimally developed. Organizational culture has a direct influence on commitment, although its role as a mediating variable is not yet fully realized or maximized. The commitment of village officials tends to be normative and is based on compliance with existing work structures. In conclusion, transformational leadership that is not only charismatic but also strategic in setting performance targets and fostering a result-oriented work culture is essential for improving the effectiveness of village governance, particularly in the Tulungagung Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional kepala desa dalam membentuk budaya organisasi dan meningkatkan komitmen perangkat di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap budaya organisasi dan komitmen perangkat, khususnya dalam aspek motivasi inspirasional dan lingkungan kerja yang kolaboratif. Namun, dimensi harapan kinerja tinggi dan orientasi hasil masih belum berkembang secara optimal. Budaya organisasi memiliki pengaruh langsung terhadap komitmen, meskipun perannya sebagai variabel mediasi belum sepenuhnya terwujud atau maksimal. Komitmen perangkat desa cenderung bersifat normatif dan didasarkan pada kepatuhan terhadap struktur kerja yang ada. Kesimpulannya, kepemimpinan transformasional yang tidak hanya karismatik, tetapi juga strategis dalam menetapkan target kinerja dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil sangat penting untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan desa khususnya pada wilayah Kabupaten Tulungagung.
Copyrights © 2025