Rendahnya budaya literasi di Indonesia, terutama pada komunitas nelayan, menjadi tantangan kritis dalam pembangunan pendidikan. Minimnya program pendidikan nonformal berbasis komunitas di daerah pesisir dan kurangnya integrasi kearifan lokal dalam metode pembelajaran praliterasi mendorong perlunya inovasi strategi pemberdayaan yang kontekstual. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas Kelompok Bermain sebagai strategi pemberdayaan anak nelayan melalui penguatan praliterasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Partisipan meliputi relawan, orang tua, dan tokoh masyarakat di Tambak Rejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama enam bulan, Kelompok Bermain Sekolah Nusantara (NS) berhasil meningkatkan keterampilan pra-literasi anak melalui pendekatan bermain tematik yaitu bermain peran, bernyanyi, bercerita, dan kreasi seni yang sesuai gaya belajar anak. Anak-anak menunjukkan fokus lebih baik, keberanian berkomunikasi, dan peningkatan pengenalan huruf, angka, dan warna. Kelompok Bermain SN merupakan model pemberdayaan efektif yang mengintegrasikan penguatan praliterasi dan pengembangan karakter anak usia dini di komunitas marginal. Konsep pemberdayaan masyarakat ke ranah praliterasi usia dini melalui kelompok bermain dapat diterapkan di wilayah serupa dan menjadi kontribusi nyata bagi perbaikan budaya literasi bagi keluarga nelayan.
Copyrights © 2025