Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah memberikan pengaruh signifikan terhadap metode pembelajaran, termasuk dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dalam arus digitalisasi yang begitu cepat, nilai-nilai kearifan lokal yang sebelumnya menjadi dasar pendekatan pembelajaran kontekstual mulai tersisihkan. Penelitian ini berupaya menelaah model pembelajaran PAK yang mengedepankan kearifan lokal dalam konteks masyarakat multikultural yang sedang mengalami digitalisasi. Dengan memakai pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan telaah dokumen di tiga sekolah Kristen di Papua Barat, temuan menunjukkan bahwa digitalisasi belum sepenuhnya mendukung pendekatan berbasis lokal. Para pendidik mengalami kebingungan antara tuntutan pemanfaatan teknologi dan keinginan mempertahankan nilai-nilai budaya dalam proses belajar. Oleh karena itu, riset ini menegaskan pentingnya sinergi yang bijaksana antara pemanfaatan teknologi dan pelestarian nilai-nilai lokal agar pembelajaran PAK tetap bermakna dan sesuai konteks
Copyrights © 2023