Pengambilan keputusan finansial oleh Generasi Z tidak dapat dijelaskan sepenuhnya melalui pendekatan ekonomi klasik yang mengasumsikan rasionalitas murni. Dalam praktiknya, keputusan keuangan pada generasi ini dipengaruhi oleh interaksi antara sistem emosional dan kognitif yang berlangsung dalam otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendekatan neuroekonomi dapat menjelaskan perilaku keuangan Generasi Z dalam konteks digital, dengan menekankan pada peran sistem limbik dan korteks prefrontal. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui aplikasi Publish or Perish versi 8 dengan kata kunci "neuroekonomi", yang menghasilkan 200 entri awal. Setelah melalui proses penyaringan, hanya 4 artikel yang dinilai relevan untuk dikaji secara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa Generasi Z merespons stimulus finansial digital—seperti diskon, gamifikasi aplikasi, dan popularitas merek—dengan aktivasi sistem limbik, namun tetap menunjukkan kemampuan reflektif melalui evaluasi logis. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pengambilan keputusan finansial oleh Generasi Z bersifat dualistik: impulsif sekaligus adaptif. Kajian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kerangka teoretis interdisipliner serta menawarkan implikasi bagi pendidikan literasi keuangan, desain aplikasi keuangan, dan arah kebijakan publik yang lebih kontekstual terhadap generasi digital.
Copyrights © 2025