Aksara Bali merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis, estetis, dan spiritual tinggi bagi masyarakat Bali. Namun, di tengah arus globalisasi dan modernisasi, penggunaan dan pemahaman aksara Bali di kalangan generasi muda semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pembelajaran aksara Bali sebagai upaya pelestarian budaya lokal pada siswa kelas V SD Negeri 2 Banjarangkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus kajian diarahkan pada tiga indikator, yaitu: kemampuan mengenal, menulis, dan membaca aksara Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme tinggi dalam mempelajari aksara Bali. Mereka mampu mengenali komponen dasar aksara, seperti aksara wianjana, gantungan, pengangge suara, pengangge tengenan, dan angka Bali. Dalam aspek keterampilan menulis dan membaca, siswa menunjukkan perkembangan positif meskipun masih ditemui kendala dalam penguasaan bentuk huruf kompleks. Melalui metode pembelajaran yang interaktif, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi berbahasa daerah, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Dengan demikian, pembelajaran aksara Bali di sekolah dasar sangat penting sebagai sarana pelestarian budaya dan penguatan identitas kultural generasi muda.
Copyrights © 2024