Perkembangan pesat sektor ritel modern di Indonesia menuntut pelaku usaha, khususnya minimarket, untuk terus meningkatkan efisiensi operasional agar tetap kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh sistem informasi akuntansi persediaan (SIAP) terhadap efisiensi operasional, dengan literasi digital sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada 43 pengelola minimarket di Kecamatan Colomadu. Data yang diperoleh diuji validitas dan realibilitas dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan variabel. Selanjutnya data telah memenuhi uji asumsi klasik, yaitu lolos uji normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, bebas dari autokorelasi dan lolos uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis menggunakan regresi linear berganda dan analisis moderasi (Moderated Regression Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi Persediaan berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi operasional, begitu pula dengan literasi digital secara langsung. Namun, literasi digital tidak terbukti memoderasi hubungan antara Sistem Informasi Akuntansi Persediaan dan efisiensi operasional. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan dan peningkatan kompetensi digital dalam rangka optimalisasi operasional minimarket.
Copyrights © 2025