Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan santri dalam menerjemahkan teks-teks keagamaan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Minangkabau dengan pendekatan yang mempertimbangkan aspek linguistik dan budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Desember 2024 di TPA Mushalla An-Nur, Padang, Sumatera Barat. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif berbasis kelompok kecil, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), dan penggunaan teori skopos sebagai dasar pengembangan modul pelatihan. Proses dimulai dengan pengenalan konsep ekivalensi makna melalui kalimat Bismillahirrahmanirrahim, diikuti dengan praktik menerjemahkan kalimat thayyibah seperti Allahu Akbar, Alhamdulillah, Subhanallah, dan lainnya ke dalam bahasa Minangkabau. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa para santri mampu memahami prinsip dasar penerjemahan dan menyesuaikan terjemahan dengan struktur serta gaya bahasa Minangkabau. Diskusi kelompok dan presentasi terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta serta memperkuat keterampilan dalam memilih diksi yang sesuai secara semantik dan budaya. Selain peningkatan kemampuan linguistik, kegiatan ini juga mendorong pelestarian bahasa daerah dan memperkuat identitas religius santri Minangkabau. Evaluasi juga mengungkap variasi dalam pilihan kata berdasarkan faktor dialektal, namun justru memperkaya hasil akhir. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan bahasa, tetapi juga pada pelestarian budaya lokal dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Pelatihan ini berpotensi direplikasi di berbagai TPA lain sebagai model integrasi bahasa dan pendidikan agama.
Copyrights © 2025