Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Negotiation of Islamic Identity in Mencari Hilal Movie Subtitles Translation into English Mukminin, Muhamad Saiful; Muhhit, Ahmad Abdul; Putra, Libra Dui; Ahmed, Aqeel
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 1: Mei 2025
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.20.1.46-60

Abstract

The present research aims to analyze the negotiation of Islamic identity in the English translation of Mencari Hilal movie subtitles. The qualitative descriptive method is used to uncover the underlying patterns and nuances in translation, especially in texts with cultural and religious significance. The research data consists of instances of Islamic identity manifested in words and phrases found in the movie subtitles. The primary data source is the bilingual subtitle texts of Mencari Hilal, containing both the original Indonesian dialogue and their English translations. Data collection is carried out using the observation-note taking technique, which involves systematic reading and documentation of relevant translation instances. Data analysis follows the interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The study identifies ten negotiation patterns in the subtitle translation of Mencari Hilal, reflecting efforts to adapt Islamic identity into the English cultural context. These patterns include religious commemoration, supernatural beings, religious constructions, religious artifacts, moral and ethical criteria, specialized religious activities, owner of religion, eschatology, religious events, and religious personages. These findings have significant implications for translation studies, particularly in translating texts with religious and cultural nuances. Negotiation in translation can shape audience perceptions of Islamic identity in the film.
Pelatihan Penerjemahan Arab-Minangkabau: Mengembangkan Keterampilan Penerjemahan Bahasa Asing di TPA Mushalla An-Nur Padang Mukminin, Muhamad Saiful; Putra, Libra Dui
Jurnal Pengabdian Negeri Vol. 2 No. 2 (2025): Juni, 2025
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/jpn.v2i2.94

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan santri dalam menerjemahkan teks-teks keagamaan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Minangkabau dengan pendekatan yang mempertimbangkan aspek linguistik dan budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Desember 2024 di TPA Mushalla An-Nur, Padang, Sumatera Barat. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif berbasis kelompok kecil, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), dan penggunaan teori skopos sebagai dasar pengembangan modul pelatihan. Proses dimulai dengan pengenalan konsep ekivalensi makna melalui kalimat Bismillahirrahmanirrahim, diikuti dengan praktik menerjemahkan kalimat thayyibah seperti Allahu Akbar, Alhamdulillah, Subhanallah, dan lainnya ke dalam bahasa Minangkabau. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa para santri mampu memahami prinsip dasar penerjemahan dan menyesuaikan terjemahan dengan struktur serta gaya bahasa Minangkabau. Diskusi kelompok dan presentasi terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta serta memperkuat keterampilan dalam memilih diksi yang sesuai secara semantik dan budaya. Selain peningkatan kemampuan linguistik, kegiatan ini juga mendorong pelestarian bahasa daerah dan memperkuat identitas religius santri Minangkabau. Evaluasi juga mengungkap variasi dalam pilihan kata berdasarkan faktor dialektal, namun justru memperkaya hasil akhir. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan bahasa, tetapi juga pada pelestarian budaya lokal dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Pelatihan ini berpotensi direplikasi di berbagai TPA lain sebagai model integrasi bahasa dan pendidikan agama.
TRANSFORMASI NAMA DESA DI KABUPATEN KEPAHIANG: ANALISIS BENTUK KEBAHASAAN Putra, Libra Dui; Libra Dui Putra; Daru Winarti
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/7xtz6080

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji transformasi linguistik nama-nama desa di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang telah mengalami pergeseran dari bahasa Rejang ke bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis 18 nama desa berdasarkan struktur morfologisnya, dengan fokus pada proses pergeseran bahasa serta dampaknya terhadap nilai-nilai budaya dan linguistik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toponim yang dianalisis tergolong monomorfemik dan polimorfemik. Transformasi ini sering kali menyebabkan hilangnya unsur budaya dan historis yang melekat dalam toponim asli, mencerminkan ketegangan antara pelestarian tradisi linguistik dan pemenuhan kebutuhan administratif modern. Analisis menunjukkan bahwa bahasa Rejang menggunakan pola morfologis aglutinatif untuk menyampaikan makna geografis sekaligus mencerminkan hubungan sosial, historis, dan kultural masyarakat setempat.Kata kunci: Transformasi, Morfologi, Rejang, Budaya, Toponimi. Abstract This study examines the linguistic transformation of village names in Kepahiang Regency, Bengkulu Province, which have shifted from the Rejang language to Indonesian. The study employs a qualitative descriptive method to analyze 18 village names based on their morphological structures, focusing on the language shift process and its impact on local cultural and linguistic values. The findings indicate that all analyzed toponyms are classified as monomorphemic and polymorphemic. This transformation often results in the loss of cultural and historical elements embedded in the original toponyms, reflecting the tension between preserving linguistic traditions and meeting modern administrative needs. The analysis reveals that the Rejang language employs an agglutinative morphological pattern to convey geographic meaning while reflecting the social, historical, and cultural relationships of the local community. Keywords: Transformation, Morphology, Rejang, Culture, Toponymy
Taragak Pulang Song: A Translation Studies of Minangkabau-English Mukminin, Muhamad Saiful; Putra, Libra Dui
J-Lalite: Journal of English Studies Vol 6 No 2 (2025): December (2025)
Publisher : Program Studi Sastra Inggris Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jes.2025.6.2.13774

Abstract

The present research aims to analyse the translation techniques, methods, and underlying ideologies used in translating the Minangkabau song Taragak Pulang into English. The research adopts a qualitative descriptive approach grounded in translation theory. The data consists of the lyrics of Taragak Pulang in Minangkabau and their English translation. Data collection was conducted through direct observation and note-taking, focusing on key aspects of the song and its translation. Data analysis follows an interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results show that the translation of this song employs various translation techniques, including established equivalence, adaptation, modulation, reduction, generalisation, amplification, particularisation, and transposition. The established equivalence technique is the most dominantly applied technique to ensure clarity of the song’s lyrics in the target language. In this case, the translation method is oriented toward the target language, utilising eight translation techniques. From the perspective of translation ideology, the analysis suggests that the translation of this song tends toward domestication, which involves adapting the source text to make it more suitable within the cultural and linguistic context of the target language.