Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna warna ornamen naga yang terdapat di dalam empat Vihara di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui rangkaian tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses wawancara ini dilakukan dengan pihak informan yang berasal dari 4 vihara yang dikunjungi oleh peneliti. Vihara-vihara yang dipilih sebagai subjek penelitian adalah Vihara Sian Djin Ku Poh dan Vihara Dharma Persada, yang merupakan Vihara tertua di wilayah Karawang, Vihara Dhanagun, sebagai salah satu Vihara tertua di Bogor, serta Vihara Toa Se Bio yang juga merupakan Vihara tertua di Jakarta. Dalam analisisnya, penulis memanfaatkan kerangka teori representasi untuk menganalisis fungsi, jenis, bentuk, serta warna dari ornamen naga tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ornamen naga dalam lingkup vihara atau kuil Buddha memuat makna simbolis. Fungsi dari ornamen naga dalam konteks vihara mampu bervariasi, tergantung pada lokasi penempatannya serta kekhasan budaya lokal yang melingkupinya.
Copyrights © 2025