Sentralisme pembangunan nasional selama tiga dekade terakhir telah memarjinalkan arti “masyarakat lokalâ€, yaitu satuan masyarakat lintas batas administratif desa/kecamatan/kabupaten yang diikat oleh ragam hubungan kerjasama sosial-ekonomi sebagai basis perkembangan mandiri. Gaya perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan yang bersifat sentralistik, “dari atas kebawah†telah memantulkan inisiatif masyarakat lokal sekaligus menjauhkannya dari sumber daya sosial-ekonomi yang seharusnya menjadi hak masyarakat tersebut.
Copyrights © 2008