DAS Petung berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitarnya, tetapi terbatasnya ketersediaan dapat menyebabkan kekeringan. Sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya air yang berbasis data debit sungai. Namun, data debit sering mengalami kendala akibat kesalahan pengukuran atau kerusakan alat, oleh karena itu pada DAS Petung perlu dilakukan alih ragam curah hujan menjadi debit. Penelitian ini menganalisis kalibrasi debit model metode NRECA dengan Algoritma Genetik serta validasi hasil pemodelan terhadap data observasi lapangan. Proses kalibrasi dilakukan dengan mengoptimasi parameter GWF dan PSUB pada Microsoft Excel. Hasil kalibrasi terbaik menunjukkan nilai NSE sebesar 0,999 (sangat baik) dan koefisien korelasi (R) sebesar 0,999 (sangat kuat) untuk periode 17 tahun. Sementara itu, hasil validasi terbaik diperoleh dari data selama 3 tahun dengan nilai NSE sebesar 0,754 (sangat baik) dan nilai R sebesar 0,949 (sangat kuat). Dari hasil debit pemodelan didapatkan analisis debit andalan Q80 berkisar antara 0,479-1,042 m³/dt. Sementara itu, untuk Q90 antara 0,381-0,629 m³/dt dan Q95 antara 0,315-0,553 m³/dt. Hasil ini menunjukkan bahwa metode NRECA yang dikombinasikan dengan Algoritma Genetik mampu mengonversi curah hujan menjadi debit dengan tingkat akurasi yang tinggi serta mendukung pengelolaan sumber daya air pada DAS Petung guna memastikan ketersediaan air bagi masyarakat.
Copyrights © 2025