DAS Rejoso yang terletak di Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah yang mengalami fluktuasi debit sungai, sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya air yang tepat. Namun, terbatasnya data hujan aktual di DAS ini menjadi kendala dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemodelan alih ragam hujan menjadi debit sungai menggunakan data hujan satelit sebagai solusi atas keterbatasan data hujan aktual di wilayah tersebut. Pemodelan alih ragam hujan menjadi debit dilakukan menggunakan data hujan satelit CHIRPS yang dikalibrasi dan dikonversi menjadi debit sungai dengan metode NRECA. Penelitian ini menggunakan data hujan harian CHIRPS periode 2004 – 2023 serta data debit sungai dari pos duga air (AWLR) di DAS Rejoso. Parameter utama metode NRECA, yaitu PSUB dan GWF diperoleh melalui proses kalibrasi menggunakan Algoritma Genetik. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil debit model dengan debit observasi menggunakan indikator Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) dan Koefisien Korelasi (R). Hasil uji menunjukkan nilai NSE sebesar 0,522 dan R sebesar 0,724 yang diinterpretasikan sebagai “memenuhi” dan “kuat”. Selain itu, debit andalan yang dihitung dengan distribusi probabilitas Weibull menunjukkan potensi ketersediaan air yang cukup stabil.
Copyrights © 2025