Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Salah satu pendekatan alternatif dalam pengelolaan diabetes adalah pemanfaatan tanaman obat, seperti Daun Jeruju (Acanthus ilicifolius) yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti saponin dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak etanol daun Acanthus ilicifolius terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa pada tikus jantan galur Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi streptozotocin, serta menentukan dosis optimal ekstrak. Ekstrak daun diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Identifikasi kandungan saponin dan tanin dilakukan dengan metode KLT. Tikus dibagi menjadi lima kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB). Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0, ke-3, ke-5, dan ke-7. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak mengandung saponin dan tanin. Pemberian ekstrak pada dosis 125 mg/kgBB dan 250 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah (p < 0,05), dengan efikasi tertinggi pada dosis 125 mg/kgBB. Dosis 500 mg/kgBB tidak menunjukkan efek yang signifikan dibandingkan kontrol negatif. Ekstrak daun Acanthus ilicifolius memiliki potensi sebagai agen antidiabetes, dengan dosis optimal 125 mg/kgBB. Kandungan tanin dan saponin diduga berperan dalam efek hipoglikemik ini. Temuan ini mendukung pengembangan fitofarmaka untuk terapi pendukung diabetes melitus
Copyrights © 2025