Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gastronomi Kolo sebagai salah satu upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kolo, makanan tradisional khas Manggarai yang dibakar menggunakan bambu, memiliki makna historis, budaya, dan sosial bagi masyarakat setempat. Lebih dari sekadar warisan kuliner, Kolo memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan dalam sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif Wawancara, Observasi dan Dokumentasi, dalam melestarikan kuliner tradisional serta menilai dampak pengembangan pariwisata berbasis gastronomi terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Kolo dalam kegiatan pariwisata mampu mendorong pelestarian budaya lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung terciptanya praktik pariwisata yang ramah lingkungan dan berbasis partisipasi komunitas. Dengan demikian, gastronomi Kolo dapat menjadi sarana strategis dalam menciptakan model pariwisata berkelanjutan yang selaras dengan nilai budaya dan keberlanjutan ekologis.
Copyrights © 2025