Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi pembelajaran berbasis inquiry dengan pendekatan STEAM terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bumi dan satelitnya. Metode penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental digunakan. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran inquiry berbasis STEAM secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen (rata-rata posttest 82,81%) dibandingkan kelas kontrol (rata-rata posttest 62,97%), dengan nilai Sig. (2-tailed)/p-value < 0.05. Peningkatan ini mencerminkan bahwa kegiatan pembelajaran yang melibatkan proses pengamatan, perumusan masalah, eksperimen, dan penerapan konsep lintas disiplin ilmu (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) mampu mengasah kemampuan berpikir kritis siswa
Copyrights © 2025