Pemanfaatan teknologi dalam bidang fisika dapat menyediakan metode yang lebih interaktif untuk memahami konsep-konsep yang kompleks, seperti Hukum Kekekalan Momentum pada tumbukan oblique (miring) dua dimensi (2D). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan video tracker dalam mengukur vektor kecepatan objek yang identik pada komponen x dan y sebelum serta setelah tumbukan oblique 2D, sekaligus memverifikasi Hukum Kekekalan Momentum secara kuantitatif melalui analisis komponen momentum total dan perhitungan persentase deviasi terhadap nilai teoritis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain laboratorium virtual berbasis analisis video. Data dikumpulkan melalui rekaman video tumbukan dua dimensi yang kemudian diolah dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Tracker. Tahapan analisis meliputi impor video, pengamatan gerak, perhitungan momentum, dan validasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa momentum total sebelum tumbukan pada video 1 dan 2 masing-masing adalah 1,19 kg.m/s dan 0,138 kg.m/s, sedangkan setelah tumbukan nilai momentum tercatat sebesar 1,08 kg.m/s dan 0,125 kg.m/s. Perbedaan ini menghasilkan persentase kesalahan sebesar 9% dan 10%. Deviasi tersebut mengindikasikan adanya kehilangan momentum kecil atau keterbatasan akurasi sistem pelacakan. Faktor penyebab error meliputi gesekan antara benda dengan permukaan, keterbatasan resolusi video dan frame rate yang memengaruhi ketepatan pelacakan, kesulitan dalam menentukan titik pusat massa, serta ketidakakuratan kalibrasi skala pada perangkat Tracker. Meskipun demikian, persentase kesalahan tersebut masih berada pada batas yang dapat diterima untuk eksperimen fisika pada kondisi non-ideal, sehingga tracker terbukti sebagai alat yang efektif untuk analisis gerak.
Copyrights © 2025