merupakan solusi dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Bone Bolango. Namun, efektivitasnya masih terkendala oleh rendahnya partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah yang belum maksimal, serta pemanfaatan teknologi yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan sampah berbasis TPS 3R dan merumuskan model kolaboratif-partisipatif terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan lima faktor utama yang memengaruhi keberhasilan, yaitu partisipasi masyarakat sebagai inti pengelolaan, kolaborasi multiaktor (pemerintah, komunitas lokal, pihak swasta, LSM, akademisi), pemanfaatan teknologi berbasis komunitas, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan, serta evaluasi dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Temuan ini mengindikasikan bahwa sinergi multiaktor dengan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan teknologi dapat meningkatkan keberlanjutan pengelolaan sampah. Meskipun demikian, keterbatasan penelitian ini adalah fokus pada satu lokasi (TPS 3R “Cahaya Ulanta”) dan pendekatan kualitatif yang deskriptif. Studi lanjutan disarankan untuk mengembangkan model dan melakukan komparasi dengan TPS 3R di wilayah lain. Implementasi model kolaboratif-partisipatif terintegrasi ini berpotensi menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Copyrights © 2025