Cakupan imunisasi menunjukkan penurunan dari 59,2% (2013) menjadi 57,9% (2018) dan masih dijumpai 32,9% yang di imunisasi tidak lengkap serta 9,2% yang tidak melakukan imunisasi dikarenakan bayi yang mendapat imunisasi akan mengalami rasa nyeri pada bekas suntikan yang menimbulkan kecemasan bahkan trauma, maka diperlukan Tindakan atraumatic care seperti kompres hangat untuk mengurangi rasa nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kompres hangat terhadap respon nyeri bayi saat imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo Tahun 2019. Selain itu penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaf dengan desain Pra Eksperimen dengan Static Group Comparison. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dengan menggunakan skala FLACC (Face, Leg, Activity, Cry, Consolability). Adapun hasil yan di peroleh dalam penelitian ini beruapa rata-rata respon nyeri saat imunisasi yang diberi perlakuan kompres hangat lebih rendah yaitu sebesar 3,13 dibandingkan dengan respon nyeri yang tidak diberi perlakuan (control) yaitu sebesar 6,53. Hasil analisis data menggunakan Independent Sample T-Test diperoleh nila Thitung = 7,47 dengan nilai p= 0,000< 0,05. Olehnya adapaun kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah adanya pengaruh signifikan kompres hangat terhadap respon nyeri bayi saat imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo.
Copyrights © 2024