Transformasi digital dalam sistem pendidikan menuntut integrasi teknologi pembelajaran untuk membentuk karakter siswa, khususnya dalam hal berpikir kritis. Namun, masih ditemukan keterbatasan model pembelajaran yang secara sistematis mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design), penelitian melibatkan 60 siswa kelas V dari dua sekolah dasar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan berpikir kritis yang dianalisis menggunakan uji-t untuk membandingkan kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model Learning Cycle 5E berbasis STEM dibandingkan dengan metode konvensional. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan desain pembelajaran yang inovatif dan berbasis pendekatan interdisipliner di tingkat sekolah dasar. Implikasi praktis dari penelitian ini mendorong pendidik untuk mengadopsi model pembelajaran berbasis STEM guna menumbuhkan keterampilan berpikir kritis sejak dini dalam mendukung Profil Pelajar Pancasila.
Copyrights © 2025