Kemampuan literasi keuangan menjadi keterampilan penting bagi remaja di era modern, namun tingkat literasi keuangan pelajar Indonesia masih rendah (38,03%). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi keuangan siswa SMP Advent Tomohon berdasarkan tiga dimensi utama: pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei kuesioner tertutup berisi 20 butir pertanyaan yang diadaptasi dari instrumen Chen & Volpe (1998). Responden dipilih secara purposive sampling sebanyak 23 siswa kelas VII-IX SMP Advent Tomohon. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan kategorisasi tingkat literasi: tinggi (≥80%), sedang (60-79%), dan rendah (<60%). Temuan menunjukkan 78,26% siswa memiliki tingkat literasi keuangan tinggi, 17,39% sedang, dan 4,35% rendah. Meskipun terdapat variasi signifikan dalam jumlah uang saku mingguan (Rp5.000-Rp100.000), tidak ditemukan korelasi langsung antara besaran uang saku dengan tingkat literasi keuangan. Siswa dengan uang saku terbatas justru menunjukkan perilaku keuangan yang lebih disiplin. Pencapaian tingkat literasi keuangan yang tinggi mengindikasikan efektivitas pendidikan berbasis nilai dalam mengembangkan keterampilan finansial. Fenomena "constraint-induced discipline" menunjukkan bahwa keterbatasan finansial dapat mendorong kedisiplinan yang lebih baik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi literasi keuangan berbasis nilai ke dalam kurikulum sekolah dan keterlibatan aktif orang tua dalam membentuk kebiasaan keuangan siswa sejak dini.
Copyrights © 2025