Perencanaan strategis merupakan elemen yang penting dalam pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang bertujuan untuk memperkuat efektivitas tata kelola Pendidikan di sekolah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat implementasi perencanaan yang strategis antara sekolah negeri yang berada pada wilayah urban dan rural. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey terhadap 68 kepala sekolah yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup berbasis skala Likert, yang divalidasi melalui uji korelasi Pearson dan reliabilitas Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah urban memiliki skor rata-rata implementasi perencanaan strategis yang lebih tinggi (M = 4,12; SD = 0,43) dibandingkan sekolah rural (M = 3,45; SD = 0,51), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Aspek monitoring dan evaluasi serta pelibatan pemangku kepentingan merupakan komponen yang menunjukkan disparitas terbesar. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan kapasitas kelembagaan yang memerlukan intervensi berbasis konteks. Studi ini memperkuat temuan sebelumnya yang menekankan pentingnya strategi partisipatif, tata kelola yang inklusif, dan dukungan sumber daya yang adaptif dalam praktik perencanaan strategis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan afirmatif untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekolah rural.
Copyrights © 2025