Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan nasional terhadap peningkatan literasi dan numerasi dasar di sekolah dasar. Metode penelitian merupkan penelitian studi kasus dengan subjek penelitian guru kelas, kepala sekolah, dan siswa/i tingkat rendah dan tinggi dengan teknik wawancara mendalam dan analisis data dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, dari kegiatan membaca yang bersifat dasar menuju aktivitas literasi yang lebih kontekstual dan aplikatif, seperti mendongeng, memahami pokok pikiran, dan menyelesaikan soal numerasi berbasis konteks. Implementasi kebijakan seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Asesmen Nasional mendorong sekolah untuk menyesuaikan strategi pembelajaran, dengan dukungan kuat dari kepala sekolah dan guru. Kegiatan literasi kini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pengembangan potensi siswa yang berorientasi pada prestasi dan kesiapan menghadapi tantangan asesmen nasional. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan akses masih perlu diatasi agar kebijakan dapat berdampak merata. Dengan demikian, kebijakan literasi dan numerasi perlu terus diperkuat melalui pelatihan guru, penyediaan sarana belajar yang memadai, dan pengawasan pelaksanaan secara konsisten.
Copyrights © 2025